Example floating
Example floating
Peristiwa

Buaya Muara Muncul dan Serang Warga di Sungai Sendewo Meranti, Korban Berhasil Selamat

53
×

Buaya Muara Muncul dan Serang Warga di Sungai Sendewo Meranti, Korban Berhasil Selamat

Sebarkan artikel ini
Buaya Muara (Foto Ilustrasi)

SELATPANJANG,INFOPUBLIK24 — Seorang warga Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengalami luka setelah diserang buaya muara saat menyeberangi Sungai Sendewo, Jumat (28/8/2026).

Korban bernama Atai (35) saat itu tengah menggunakan rakit untuk menyeberang sungai. Tiba-tiba seekor buaya muncul dan menggigit kaki kirinya. Beruntung, korban berhasil menyelamatkan diri dan kini menjalani perawatan di rumahnya.

Beruntung, Atai berhasil menyelamatkan diri meski menderita luka gigitan serius pada kaki kirinya.

Saat ini, korban sedang menjalani masa pemulihan di kediamannya di bawah pantauan langsung tim medis dan pemerintah kecamatan.

“Kejadian ini yang kedua kalinya. Alhamdulillah warga selamat,” ungkap Camat Pulau Merbau, Hermansyah SH, Minggu (30/8/2026).

Lebih lanjut, Hermansyah menjelaskan, serangan serupa sebelumnya pernah menyasar warga Desa Tanjung Bunga.

Fakta ini menjadi peringatan keras, mengingat tingginya ketergantungan masyarakat setempat terhadap perairan sungai untuk mobilitas dan mencari nafkah.

Menyikapi eskalasi ancaman ini, Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau telah mengambil langkah birokrasi darurat.

Laporan resmi insiden tersebut telah diserahkan kepada instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti.

“Udah saya laporkan ke Basarnas Kabupaten Kepulauan Meranti untuk diteruskan ke BKSDA Provinsi Riau,” terangnya.

Sebagai upaya mitigasi agar tidak ada lagi nyawa yang terancam, pemerintah daerah telah menyebarkan surat imbauan kewaspadaan yang disalurkan melalui aparatur desa hingga tingkat kepala dusun.

Masyarakat secara tegas diminta untuk tidak bertindak sendiri atau melakukan provokasi jika melihat keberadaan buaya di area permukiman maupun jalur sungai.

“Langkah awal sudah disampaikan lewat Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa termasuk Kadus agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas di sungai,” tambah Hermansyah.

Warga diminta proaktif melapor kepada perangkat desa jika mendapati kemunculan reptil tersebut, demi memutus rantai konflik satwa dan manusia di Pulau Merbau.

Pihak kecamatan telah melaporkan kejadian itu kepada Basarnas Kepulauan Meranti untuk diteruskan ke BKSDA Riau. Selain itu, masyarakat di sepanjang aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas guna menghindari serangan satwa liar tersebut

Sumber : Berbagai Sumber

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan