Example floating
Example floating
News

SPs USU Tumbuhkan Asa Korban Bencana Lewat Budidaya Tanaman Buah di Aceh Tamiang

50
×

SPs USU Tumbuhkan Asa Korban Bencana Lewat Budidaya Tanaman Buah di Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini

[INFOPUBLIK24.COM] ACEH TAMIANG – Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (SPs USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan mengusung tema “Menumbuhkan Asa Korban Bencana melalui Pembudidayaan Tanaman Buah-Buahan”. Program ini bertujuan mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui penghijauan lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi warga.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. T. Sabrina, bersama Direktur Sekolah Pascasarjana USU, Prof. Dr. Evawany Aritonang, serta tim yang terdiri atas Prof. Dr. Satia Negara Lubis, Dr. Rosadi Patra Tanjung, dan Dr. Mangaraja Halongonan Harahap dari Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan (PWD) SPs USU.

Pelaksanaan program dilakukan bekerja sama dengan Kepala Posyandu Ervina dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wampu dan Sei Ular melalui penyaluran berbagai bibit tanaman produktif kepada masyarakat. Bibit yang disalurkan meliputi durian, rambutan, mangga, alpukat, duku, petai, jengkol, jambu madu, dan jambu bol untuk ditanam di pekarangan rumah sebagai upaya penghijauan sekaligus investasi ekonomi jangka panjang.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. T. Sabrina, mengatakan pemulihan pascabencana memerlukan pendekatan yang berkelanjutan agar masyarakat mampu bangkit kembali secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Kami ingin menghadirkan harapan baru bagi masyarakat melalui tanaman buah-buahan produktif yang tidak hanya berfungsi menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga di masa mendatang. Pengabdian ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menuju pemulihan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SPs USU, Prof. Dr. Evawany Aritonang, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Menurutnya, SPs USU berkomitmen menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui program pengabdian yang memberikan dampak nyata. Ia berharap sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Masyarakat Desa Landuh menyambut positif kegiatan tersebut. Selain berharap bibit tanaman dapat berkembang menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga, warga juga menyampaikan harapan agar sarana Posyandu yang terdampak bencana dapat memperoleh perhatian dan dukungan lebih lanjut.

Dalam sesi diskusi bersama tim pengabdian, masyarakat juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan wilayah yang lebih adaptif guna mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan tersebut.

Melalui program ini, SPs USU turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara SPs USU, BPDAS Wampu dan Sei Ular, serta masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan