x

Tagihan Listrik Penerangan Jalan Umum Labusel Tembus Rp12 Miliar, Warga Tanjung Mulia: Lampu Kami Mati Bertahun-tahun, Cuma Pajangan

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Feb 2026 19:00 86 Redaksi IP

LABUHANBATU SELATAN,INFOPUBLIK24 – Kontras tajam terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan terkait pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU). Di tengah kabar nilai belanja tagihan listrik lampu jalan Dinas Perhubungan yang menyentuh angka fantastis Rp12 miliar, warga Dusun Sei Solat Ojolali, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, justru harus menelan pil pahit kegelapan.

Fasilitas lampu jalan yang telah terpasang di dusun tersebut dilaporkan tidak berfungsi selama bertahun-tahun. Menurut pengakuan warga setempat, lampu-lampu tersebut hanya sempat menyala selama kurang lebih 10 hari pada masa uji coba awal pemasangan. Selebihnya, tiang-tiang lampu tersebut hanya menjadi pajangan tak bernyawa.

Ketidaksesuaian antara anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten dengan realitas infrastruktur di lapangan memicu tanda tanya besar. Realisasi Anggaran Belanja tagihan listrik PJU mencapai Rp12 miliar namun
Kondisi Lapangan di Dusun Sei Solat Ojolali gelap gulita bertahun-tahun Hanya berfungsi sekitar 10 hari saat masa uji coba.

“Sangat ironis. Kita mendengar anggaran listrik untuk lampu jalan begitu besar, tapi di desa kami lampu itu seperti pajangan saja. Sejak dipasang bertahun-tahun lalu, hidupnya cuma pas tes saja, setelah itu mati sampai sekarang,” ujar salah satu warga yang merasa kecewa. Selasa (24/02/2026)

Kondisi jalan yang gelap pada malam hari tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko keamanan dan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan Desa Tanjung Mulia.

Warga berharap Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Selatan segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi teknis di Dusun Sei Solat Ojolali, Masyarakat mempertanyakan ke mana aliran dana perawatan dan operasional jika fasilitas yang sudah dibangun justru mangkrak dan tidak memberikan manfaat nyata.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menantikan langkah konkret dari pihak terkait agar “anggaran miliaran” tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok dusun, bukan sekadar angka di atas kertas laporan keuangan.

Laporan : Anshori Pohan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA
x