
kondisi pelabuhan Camat sangat prihatin , terlihat tidak ada tanda tanda untuk diperbaiki dari pihak istansi yang terkait. Meranti – Aktivitas bongkar muat barang disalah satu Pelabuhan Camat milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, kondisinya sangat prihatin , terlihat tidak ada tanda tanda untuk diperbaiki dari pihak istansi yang terkait.
Pada hal,ย pelabuhan tersebut salah satu sarana yang sangat dibutuhkan para pengusaha perdagangan antar pulau maupun masyarakat awam sebagai buruh melakukan bongkar muat dipelabuhan tersebut .
Karena , menurutnya , satu satunya pelabuhan yang digunakan selama ini sebagai mata pencarian kebutuhan sehari hari, inilah pelabuhan dibangun dizaman pemerintahan Kab Bengkalis, sebagai pintu gerbang naik turunnya penumpang maupun bongkar muat barang .
Sesuai hasil pantauan awak media dilapangan 4/01/2025 terlihat pelabuhan tersebut sudah tidak layak lagi digunakan aktivitas bongkar muat barang , karena kondisinya sangat prihatin. terlihat Kondisi Papan pelabuhan tersebutย sudah ada yang turun danย retakย maupun Tiangnya pun sudah ada yang Ambruk.
Dikatakan salah seorang masyarakatย yangย namanya berinisial SI mengatakan pada awak media ,
โseharusnya pihak Pemda merantiย tanggap terkait robohnya atau amruk pelabuhan milik pemda itu , seharusnya pihak yang terkait jangan pakai pandang pandang saja , sejepatnya dilakukan perbaikan demi menyelamatkan dari kecelakaan terhadap buruh yang melakukan aktivitas bongkar muatโย Ujarnya
Ini sebagai tantangan buat Bupati Merantiย AKBP (PURN) H. ASMAR untuk dapat melakukan perbaikan serta mencegah timbulnya pembongkaran barang di pelabuhan tikusย yang merugikan negara dan daerah kita sendiri .
setiap Kapal melakukan aktivitasย bongkar barang dagangannya yang melalui pelabuhan tersebut harus membayar cukai atau disebut tribusi untuk daerah, hal ini terjadinya kerusakan pelabuhan siapa yang mengututip tribusi ini
Begitu juga Wakil Rakyat Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti harus tinjau langsung kepelabuhan ini, jangan keluhan masyarakat tidak ditangapi , karena mereka yang duduk dikursi empuk itu adalah suara rakyat ,ujarnya**.

Tidak ada komentar