x

Pejabat Libur, Rakyat Lembur. Salam kasi keras Pemuda Tanjung Medan

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Jan 2026 13:39 141 Redaksi IP

Labuhanbatu Selatan,INFOPUBLIK24– Menolak berpangku tangan melihat kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan, puluhan anak muda di Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat, melakukan aksi nyata berupa gotong royong memperbaiki jalan desa yang rusak Sabtu (24/01/2026)

Aksi ini bukan menggunakan dana pemerintah, maupun CSR perusahaan melainkan murni bersumber dari sumbangsih dan donasi masyarakat yang peduli menyisihkan rezekinya demi membeli material seperti semen, pasir, dan kerikil untuk menambal titik-titik lubang yang selama ini membahayakan pengguna jalan.

“Kami tidak ingin menunggu lebih lama lagi sampai ada korban jiwa. Melalui dana swadaya masyarakat, kami para pemuda bergerak bersama untuk memastikan jalan ini setidaknya layak dilalui,” ujar Amin salah satu pemuda di lokasi.

Aksi gotong royong ini menjadi bukti kuat bahwa semangat solidaritas di Desa Tanjung Medan masih sangat tinggi. Meski dilakukan dengan alat seadanya, antusiasme para pemuda terlihat jelas saat mereka bahu-membahu mengaduk semen dan meratakan material di badan jalan.

Aksi heroik ini sejatinya adalah sebuah sindiran terbuka bagi para pemangku kebijakan. Saat masyarakat taat membayar pajak, mereka justru harus merogoh kocek kembali untuk membeli material bangunan demi kenyamanan bersama.

“Kami berterima kasih kepada warga yang sudah menyisihkan rezekinya. Kami terpaksa menjadi ‘kontraktor dadakan’ karena sepertinya jalan di desa kami ini kasat mata bagi pemerintah—tidak terlihat rusaknya meskipun sudah banyak yang hampir celaka,” sindir Amin.

Fenomena “perbaikan jalan mandiri” di Tanjung Medan ini mempertegas fakta pahit bahwa jargon pembangunan belum sepenuhnya menyentuh akar rumput. Foto para pemuda yang berpeluh keringat mengaduk semen secara manual menjadi tamparan keras bagi mereka yang duduk di kursi empuk dengan fasilitas mobil dinas yang suspensinya terlalu nyaman untuk merasakan guncangan lubang di desa tanjung medan.

Jangan sampai aksi gotong royong ini dianggap sebagai hal yang lumrah, karena keselamatan warga di jalan raya adalah kewajiban negara yang dibayar melalui pajak, bukan sekadar bonus dari kebaikan hati para pemuda desa.

Anshori pohan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA
x