x

Jelang Ramadan, Kapolda dan Bupati Hadiri Silaturahim Pemangku Adat “Susur Sungai Jelajah Kampung” di Meranti

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 00:40 4 Redaksi IP

MERANTI,INFOPUBLIK24 — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar kegiatan Silaturahim Pemangku Adat Susur Sungai Jelajah Kampung di halaman Gedung Serba Guna Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan yang sarat nilai budaya tersebut dihadiri langsung Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Riau Kombes Pol. Prabowo Santoso, S.I.K., M.H., Kapolres Kepulauan Meranti beserta jajaran, unsur Forkopimda, pengurus LAMR, para datuk adat, camat, kepala desa se-Kecamatan Rangsang Barat serta tokoh masyarakat.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Asnawi Nazar dan Ketua DPH LAMR Datuk Seri Afrizal Cik menyambut rombongan dengan prosesi adat Melayu.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya mengangkat kearifan lokal masyarakat Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ia menjelaskan tradisi “makan bebedas”, yakni silaturahim berpindah dari satu kampung ke kampung lain menjelang Ramadan, kini dikemas menjadi kegiatan budaya dan pariwisata.

> “Silaturahim Pemangku Adat Susur Sungai Jelajah Kampung adalah upaya kreatif menjaga kearifan lokal. Tradisi masyarakat Melayu menjelang Ramadan yang intinya mempererat silaturahim, kini menjadi potensi budaya sekaligus pariwisata,” kata Asmar.

 

Bupati juga mengapresiasi LAMR dan Polres Kepulauan Meranti yang berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, ke depan kegiatan susur sungai akan semakin dikenal dan terorganisir dengan baik.

Ia turut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kapolda Riau beserta jajaran ke wilayah perbatasan tersebut.

> “Inilah Kepulauan Meranti, negeri yang adat dan budayanya masih terjaga. Negeri perbatasan yang penuh cerita dan hikayat,” ujarnya.

 

Asmar menegaskan bahwa budaya Melayu tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Islam. Silaturahim, katanya, merupakan anjuran agama yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan budaya.

“Jaga adat, lestarikan budaya. Lindungi tuah, jaga marwah,” pesannya kepada pengurus LAMR.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan kegiatan susur sungai bukan hanya kegiatan budaya, tetapi juga memiliki nilai edukasi lingkungan. Dalam perjalanan menyusuri sungai, masyarakat diajak melihat ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati yang menjadi penopang kehidupan pesisir.

Ia juga melibatkan pelajar SMA dalam acara tersebut sebagai bentuk pembinaan generasi muda agar kelak mampu meneruskan pelestarian budaya dan lingkungan.

“Kegiatan ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap alam serta membuka peluang ekonomi masyarakat,” kata Kapolda.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran pimpinan Polda Riau di Desa Bokor bahkan disambut antusias warga karena dinilai sebagai momen langka bagi kampung pesisir tersebut.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap tradisi budaya Melayu Kepulauan Meranti tetap terjaga sekaligus berkembang menjadi daya tarik wisata budaya menjelang Ramadan.(Infotorial)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA
x