x

Diresmikan Bupati, Pendopo PKMJ Bengkalis Jadi Rumah Kebudayaan Jawa di Negeri Junjungan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Des 2025 09:46 7 Redaksi IP1

BENGKALIS – Pendopo Paguyuban Keluarga Masyarakat Jawa (PKMJ) Kabupaten Bengkalis resmi berdiri sebagai pusat pelestarian budaya Jawa di Negeri Junjungan. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDM Johansyah Syafri, Jumat, 12 Desember 2025, di Jalan Antara Gg. Pendopo, Desa Wonosari.

Pendopo yang diberi nama Niti Trisno—bermakna “meniti perjalanan dengan cinta kasih”—menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Jawa di Bengkalis. Ketua PKMJ Kabupaten Bengkalis Masuri mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pendopo yang telah diperjuangkan selama satu dekade. Ia menegaskan pendopo ini bukan hanya milik masyarakat Jawa, tetapi terbuka untuk semua warga sebagai ruang kebersamaan dan kerukunan.

“Gedung ini bukan hanya untuk orang Jawa. Semua boleh menggunakan. Sesuai filosofi paguyuban, kita bergerak bersama tanpa membedakan satu sama lain,” ujar Masuri.

Masuri juga berharap pendopo tersebut menjadi pusat aktivitas budaya seperti gamelan, reog Ponorogo, campursari, dan berbagai kesenian Jawa lainnya yang akan dikembangkan di Bengkalis. Pendopo, kata dia, harus menjadi ruang produktif yang memberi manfaat besar bagi masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Bengkalis yang dibacakan Johansyah Syafri, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kerja bersama seluruh pihak hingga pendopo ini dapat diwujudkan. Menurutnya, keberagaman etnis di Bengkalis merupakan kekuatan strategis pembangunan, sehingga paguyuban lintas suku seperti PKMJ menjadi mitra penting dalam memperkuat harmoni sosial.

Peresmian Pendopo Niti Trisno ini, lanjutnya, selaras dengan visi daerah untuk mewujudkan Bengkalis yang bermartabat, maju, dan sejahtera. Ia berharap pendopo tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga Jawa, namun juga ruang yang terbuka bagi semua masyarakat sebagai wujud pembauran positif antarkebudayaan.

“Kami berharap PKMJ terus mengembangkan kiprah tidak hanya dalam pelestarian budaya Jawa, tetapi juga dalam penguatan ekonomi dan sosial masyarakat. Semoga pendopo ini dapat melestarikan tradisi, bahasa, dan kesenian Jawa seperti gamelan, wayang, maupun tarian, serta nilai-nilai luhur yang mulai tergerus perkembangan zaman,” ungkapnya.

Pendopo Niti Trisno juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi melalui promosi UMKM, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga potensi wisata budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bengkalis membuka ruang kolaborasi agar pendopo ini dapat mendukung program pembangunan lainnya, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ketertiban lingkungan.

Peresmian tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, serta penanaman pohon. Hadir dalam acara itu Forkopimda, kepala perangkat daerah, Ketua Umum MKA LAMR Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Bengkalis Sri Syaukani Al Karim, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, para ketua paguyuban, serta masyarakat Jawa dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkalis.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

LAINNYA
x