
LABUHANBATU SELATAN,INFOPUBLIK24โ Aroma busuk dugaan korupsi terendus tajam di Desa Tanjung Mulia. Masyarakat desa kini meradang dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap Penjabat (Pj) Kepala Desa, Ahmad Jubir Rambe. Selasa (13/01/2025)
Pasalnya, realisasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dinilai penuh kejanggalan, tidak masuk akal, dan diduga kuat menjadi ajang memperkaya diri.
โGerakan masyarakat yang sudah muak dengan praktik “kucing-kucingan” anggaran ini menyatakan siap membawa tumpukan bukti penyelewengan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan dalam waktu dekat.
โKecurigaan warga memuncak saat menemukan fakta bahwa beberapa proyek fisik dikerjakan tanpa papan informasi (plang proyek). Hal ini dianggap sebagai modus klasik untuk mengelabui mata masyarakat agar besaran anggaran yang “bengkak” tidak diketahui publik.
โ”Ini bukan lagi soal ketidaktahuan administrasi, ini dugaan perampokan hak rakyat. Anggaran yang dialokasikan selangit, tapi fisiknya di lapangan hanya sekadarnya. Sangat tidak masuk akal antara pagu dan realisasi,” tegas salah satu koordinator aksi masyarakatmasyarakat
โprogram Anggaran yang duduga โMasyarakat yang telah dikantongin 5 poin utama yang akan dijadikan amunisi laporan ke kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan.
1. โPekerjaan “Mini” di Kp. Ulak Makmur Penimbunan dan perkerasan jalan menuju Mushollah yang hanya sepanjang 25 meter, namun diduga menelan anggaran fantastis yang tidak logis secara teknis diduga “mark-up” terbesar dalam tahun anggaran ini.
2. โProyek Sei Solat (50 Meter): Penimbunan dan pemasangan Bis jalan yang kualitasnya dinilai jauh di bawah standar spesifikasi.
3.โ Skandal Perkerasan Podorukun (150 Meter): Jalan menuju PT. SRB ini dicurigai sebagai ladang “mark-up”
4. โProyek Sidomulya (80 Meter): Perkerasan jalan yang terkesan dikerjakan asal jadi namun tetap menyedot anggaran.
5. โPenyertaan Modal BUMDes yang Misterius Alokasi dana yang tidak transparan dan tidak memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi desa, patut diduga sebagai dana parkir atau pencucian uang.
โSikap Ahmad Jubir Rambe yang tertutup dan enggan memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi semakin membuktikan adanya “borok” yang ditutupi. Masyarakat menilai Pj Kades telah mengkhianati amanah negara dan meremehkan kecerdasan warga Desa Tanjung Mulia.
โ”Kami tidak butuh pemimpin yang hanya pintar menghabiskan anggaran tapi takut terbuka pada rakyat. Kami minta Kejari Labusel segera turun, periksa fisik di lapangan, dan hitung kerugian negara. Jangan sampai kepercayaan rakyat pada penegak hukum luntur karena kasus ini didiamkan,” pungkas Bustamin dengan nada geram, salah satu warga desa tanjung mulia.
Jika terdapat unsur pidana โPerwakilan masyarakat memastikan tidak akan tinggal diam sampai Ahmad Jubir Rambe mempertanggungjawabkan setiap rupiah Dana Desa yang digunakan di depan hukum.
Penulis : Anshori Pohan.

Tidak ada komentar