
Dugaan praktik korupsi dan pemborosan anggaran negara mencuat di Kabupaten Labuhanbatu Selatan โLABUHANBATU SELATAN,INFOPUBLIK24 โ Dugaan praktik korupsi dan pemborosan anggaran negara mencuat di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat. Senin (12/01/2025)
Meski terbengkalai dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sejak dibangun tahun 2015, anggaran perawatan sebesar Rp200 juta justru dikucurkan pada tahun 2025.
โProyek “Hantu” Sejak 2015
โFasilitas SPAM IKK yang seharusnya menjadi solusi kebutuhan air bersih warga Desa Tanjung Mulia hingga kini tak lebih dari monumen tak berguna.
Berdasarkan laporan warga, sejak pertama kali dibangun sepuluh tahun lalu, manfaat air bersih yang dijanjikan tidak pernah sampai ke rumah-rumah penduduk. Namun, ironisnya, aliran dana APBD untuk sektor ini terus mengalir deras, memicu dugaan kuat adanya manipulasi anggaran atau proyek fiktif.
โSaat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bapak Rizal, membenarkan adanya alokasi anggaran Rp200 juta tersebut. Meski mengakui keberadaan dana itu, Rizal memberikan penjelasan yang dinilai kabur dan berbelit-belit.
Pertama โIa mengatakan bahwa dana tersebut digunakan untuk perbaikan dari lokasi intake hingga Dusun Penjemuran, Kedua perawatan sanitasi ke pemukiman warga. Namun, saat didesak lebih jauh mengenai rincian teknis pekerjaan dan jenis perawatan yang dilakukan, Rizal justru menunjukkan sikap yang tidak profesional dan cenderung mengejek.
โ”Kalau itu, sekolah lagi lah kita bos.. Ibarat murid dan guru kita tanya jawab,” cetus Rizal dengan nada meremehkan saat dikonfirmasi.
โSikap arogan pejabat publik ini dinilai sebagai upaya untuk menghindari transparansi terkait penggunaan uang rakyat yang nominalnya cukup fantastis untuk fasilitas yang tidak berfungsi.
โMeskipun ini merupakan rilisan berita kedua yang mengangkat isu serupa, hingga saat ini belum ada tindakan tegas maupun tanggapan dari Bupati Labuhanbatu Selatan. Pengabaian ini menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat mengenai komitmen pemerintah daerah dalam memberantas praktik pungli dan korupsi.
โMasyarakat mendesak โInspektorat Labuhanbatu Selatan untuk segera turun ke lapangan melakukan audit investigatif dan tidak tidur dan menutup mata atas ketimpangan yang terjadi.
โAparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera memanggil pihak-pihak terkait guna memeriksa potensi kerugian negara pada proyek SPAM IKK Kampung Rakyat.
โJangan sampai anggaran ratusan juta rupiah menguap begitu saja ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab, sementara warga Desa Tanjung Mulia tetap kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak.
Penulis : Anshori Pohan

Tidak ada komentar