JAKARTA, INFOPUBLIK24 — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap hasil uji mengenai dampak penggunaan vape terhadap kesehatan. Selain berdampak pada paru-paru, hasil penelitian BRIN menunjukkan adanya dampak terhadap diabetes dan pankreas.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan penggunaan vape telah menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Berdasarkan riset yang dilakukan BRIN, terdapat sejumlah dampak buruk dari vape yang penggunanya telah mencapai 4 juta orang di Indonesia.
“Jadi vape itu menjadi salah satu ancaman karena saat ini pengguna vape sudah mencapai lebih dari 4 juta (orang),” kata Arif seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
“Vape ini secara medis dari uji yang dilakukan oleh BRIN berdampak kepada kesehatan, ya, satu masalah diabetes, kemudian masalah paru-paru, ya, kemudian yang ketiga juga masalah pankreas,” katanya.
Arif mengatakan, penggunaan vape berdampak pada menurunnya kemampuan tubuh dalam memproduksi insulin. Bahkan, Arif menyebut 100% sampel pengguna vape yang diteliti BRIN mengalami persoalan diabetes, sementara sebanyak 92% sampel mengalami masalah paru-paru.
“Bahkan paru-paru dari sampel yang ada, yang terkena itu kurang lebih sekitar 92%. Tapi kalau dampak terhadap diabetes itu sampai 100%. Jadi memang dampaknya serius sekali vape itu,” katanya.
Tak hanya itu, Arif mengatakan, vape saat ini menjadi salah satu celah yang dapat dimanfaatkan untuk peredaran narkoba. Untuk itu, BRIN berharap Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat regulasi yang mengatur mengenai vape.
Menurutnya, pemerintah akan secara khusus melakukan pembahasan dengan kementerian/lembaga terkait dalam mengatasi peredaran narkoba cair ini.
“Kita akan terus menjajaki ini sehingga nanti seperti apa regulasinya,” tegasnya.













