Example floating
Example floating
Internasional

Gencatan Senjata Hancur, Iran Siap Perang Penuh Lawan AS

15
×

Gencatan Senjata Hancur, Iran Siap Perang Penuh Lawan AS

Sebarkan artikel ini
Sumber Staight times : Presiden Iran Masoud Pezeshkian

TEHERAN,INFOPUBLIK24 – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan negaranya kini berada dalam kondisi perang penuh melawan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (20/7/2026), menyusul meluasnya serangan militer AS ke sejumlah wilayah di Iran.

“Kenyataannya adalah hari ini Republik Islam Iran tengah terlibat dalam perang skala penuh,” tegas Pezeshkian, seperti dilansir Straits Times.

Eskalasi konflik terjadi setelah gencatan senjata yang sempat disepakati pada Juni 2026 resmi runtuh. Serangan dilaporkan terjadi di wilayah utara dan tengah Iran, memicu respons militer dari Teheran.

Pemerintah Iran kembali memberlakukan blokade di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sebagai balasan, Washington meningkatkan tekanan dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Korps Garda Revolusi Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang disebut sebagai aset AS di kawasan, termasuk di Bahrain, Yordania, dan Suriah.

Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman yang merupakan sekutu Iran mengeluarkan ancaman baru dengan menyatakan akan memblokade pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi. Langkah ini dinilai berpotensi mengganggu kemampuan Riyadh dalam mengekspor minyak melalui jalur alternatif di luar Selat Hormuz.

Meski demikian, Arab Saudi masih mengandalkan pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menjaga ekspor minyak, meski volumenya lebih rendah dibandingkan sebelum konflik.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di pasar global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak ke level tertinggi dalam sebulan terakhir, seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan energi akibat konflik yang meluas.

Pengamat menilai, jika kelompok Houthi kembali menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden seperti dalam konflik sebelumnya, maka pasokan minyak global dapat semakin tertekan.

Hingga kini, situasi di kawasan masih sangat dinamis. Belum ada tanda-tanda meredanya konflik, sementara risiko eskalasi yang lebih luas terus membayangi stabilitas Timur Tengah dan ekonomi global.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan